Protektor Mobil
Foto di samping adalah mobil dengan protektor cat/body dari pasir dan kerikil dalam perjalanan melintasi padang pasir, memang merusak tampilan mobil tapi mungkin dari segi keselamatan cara ini lebih berguna.

Terjebak di Lift!!!
Semalam saya pulang dari kantor bersama Yoswar, sesampainya di apartement saya tidak langsung naik karena harus membeli sesuatu dulu di Bakala (warung). Setelah selesai dari Bakala saya langsung pulang...masuk lobby, pencet lift - pintu lift terbuka, saya langsung masuk...baru beberapa detik lift berjalan naik tiba-tiba....pettt....lampu semua padam dan lift berhenti berjalan, selama beberapa detik saya hanya terbengong-bengong dalam suasana yang hening, setelah sadar saya langsung coba pencet-pencet tombol lift - semuanya tidak berfungsi, saya pencet tombol bel emergency...kriiiing....kriiing, saya paksa buka pintu lift bagian dalam untung bisa terbuka, tapi ketika saya coba paksa buka pintu bagian luarnya sama sekali tidak bisa terbuka, saya gedor-gedor pintu sambil teriak..."Help...help...somebody help!!!" cukup lama sampai akhirnya saya dengar seseorang datang sambil bilang "Hello...hello...somebody there?" terdengar suara wanita di luar, saya langsung sahut..."Yes, I'm here, I'm stuck in here....help me", dia langsung panggil tetangganya dan telpon penjaga apartemen (haris). Tak lama kemudian datang seorang lelaki dan si penjaga apartemen sambil bawa palu, obeng dan balok kayu, mereka mencongkel-congkel pintu lift bagian luar agar bisa terbuka tapi tetap saja pintu tertutup sampai akhirnya mereka berhenti berusaha dan si penjaga apartemen turun ke bawah.
"How long have you been there?" terdengar suara wanita di luar
"About 15 minutes" saya bilang
"Do you life here?"
"Yes...could you please tell my wife, mam?
"Ok, what floor?"
"Third floor, apartement number 15, thank you very much"
Terdengar dia pergi lewat tangga, saya berkali-kali coba telpon tapi selalu gagal, mungkin sinyalnya lemah. Tiba-tiba lampu lift menyala...saya coba pencet-pencet tombol tapi tetap tak berfungsi, sampai terdengar suara lelaki di luar "Close the door first then push the button", saya tutup pintu bagian dalam lift dan saya pencet tombol....alhamdulillah lift langsung jalan menuju ke bawah - sampai di lobby saya langsung pindah lift yang satunya dan saya pencet lantai 2 (di mana saya terjebak tadi), sampai lantai 2 lelaki tadi masih di sana bersama si penjaga apartemen saya langsung ucapkan banyak terima kasih pada mereka dan langsung naik pulang ke lantai 3 lewat tangga, di tangga Yoswar telp,
"Bay loe dimana? bini loe tadi tlp gue katanya ada cewek arab bilang loe kenapa-kenapa, gue lagi susulin loe ke bakala nih"
"Nggak Yos, gue tadi kejebak di lift tapi sekarang dah keluar, gue lagi di tangga pulang tengkyu Yos" saya bilang.
Sampai di rumah Bunda lagi ngungguin di depan pintu, rupanya dia tadi bingung ada cewek arab dateng ngasih tau dengan dengan bhs inggris yang kurang jelas jadi dia langsung telpon Yoswar...he he he ada-ada aja.

Es Krim Gratis
Suatu ketika kita pulang dari Avenue Mall dijemput oleh salah satu supir taksi langganan namanya Jebar, orangnya baik dan ramah. Dan di tengah jalan tiba-tiba dia berhenti di depan booth penjual es krim dan memesan 2 es krim, saya pikir ini orang hebat juga sekali makan 2 es krim...ternyata dia langsung kasih es krim-nya ke Nida dan Dani, wah saya cukup surprise juga...baik sekali orang ini, anak-anak langsung seneng sambil bilang..."Thank you uncle".

My 3 Girls
Bunda, Nida dan Dani lagi bergaya berlatar belakang Hard Rock Cafe Kuwait dengan pakaian seragam berwarna pink siap membawakan lagu-lagu kebangsaan dengan nada dasar G Mayor... hehehe... I love you all girls !!!

Acara Favorit Bunda
Bunda sekarang punya sinetron favorit di MBC 4 yang hampir diputar tiap hari namanya NOOR, padahal sinetron ini pakai bahasa arab tapi hebatnya bunda bisa asik tuh ngikutin ceritanya, saya sendiri nggak pernah ikutin... tapi kurang lebih begini sinopsis yang saya dapat dari websitenya MBC:
Sometimes someone's life is changed by a phone call, and Nour's life has been changed by the call she received from her Uncle when he choosed her as a wife for his son Mohanad and whom she loved from her childhood. But her happiness didn’t stay for a long time when she discovered the secret in her husband's life.

Pasar Induk Cabra
Hari Sabtunya masih bareng Mas Indra dan keluarga kita belanja sayuran dan buah-buahan di pasar induk Cabra di daerah Suwaikh. Pasar ini seperti pasar induk Kramat Jati hanya saja bedanya pedagangnya banyak yang bisa bahasa inggris...hehehe dan kita sebaiknya sewa porter dengan keretanya yang berkeliaran di sana karena barang yang di beli di sana tidak bisa sedikit alias kiloan.

Beginilah porter di pasar induk Cabra seperti yang saya sebutkan di atas, dengan 500fills (0,5KD) dia akan mengikuti kita dengan trolinya berkeliling pasar sambil membawa barang-barang belanjaan kita. Mereka kebanyakan orang-orang Banglades dan Mesir dengan dilengkapi seragam yang menandakan mereka adalah porter resmi pasar induk Cabra.

Toko Jakarta
Hari Jumat kemarin kita diajak oleh Mas Indra (teman dari KBRI) dan keluarganya belanja di Toko Jakarta - ini adalah toko groseri barang-barang Indonesia yang mana pemiliknya pun orang Indonesia.
Toko ini ada di daerah Souk Al-Kabeer - City. Di sana kita beli emping, tahu isi, kacang sukro, sapu lidi dan pete...:).
Pulangnya kita makan di rumah makan oriental di dekat sana dengan menu Tom Yam yang manteeppp.

Nida's Home Schooling
Pertengahan Juni kemarin Nida mulai home schooling jam 9 - 10 pagi dengan tutor seorang wanita dari London spesialis anak Special Needs, namanya Margarita - dia adalah kepala sekolah di sebuah sekolah Special Needs di daerah Fahahil sedangkan rumah dia di daerah Salwa. Biaya untuk home schooling 10KD per jam. Metode pangajarannya bagus, dengan dilengkapi laptop dan software khusus dia memberi pelajaran lewat lagu-lagu dan aktivitas yang menarik, dia juga memberikan bahan-bahan materi dan alat-alat tulis pada kami. Dia juga tidak keberatan Dani ikut belajar bersama Nida (malah Dani yg lebih semangat... hehehe). Tapi sekarang gurunya Nida lagi pulang kampung ke Inggris (summer holiday) jadi sekolahnya Nida libur dulu, baru mulai lagi bulan september.

Apartemen Baru
Bulan Juni kita pindah ke apartemen baru di daerah Salmiya (alamat lengkap saya tidak publish karena belum jelas...hehehe). Apartemennya lumayan nyaman dengan 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur dan ruang keluarga, satu bulannya saya harus merogoh uang 200KD. Di gedung ini juga tinggal teman-teman seperjuangan dari Indonesia (Pinot & keluarga, Yoswar, Aji dan Daud).

Sekolah Dani
Dani bulan September besok sudah mulai masuk sekolah di The English Playroup di daerah Salwa, sekolahnya bagus dan fasilitasnyapun lumayan lengkap. Uang pendaftaran 400KD pembayarannya dicicil - 100KD pada waktu kita Registrasi dan 300KD pada bulan Juli/Agustus (saat sebelum tahun ajaran dimulai), uang bulanannya 75KD dan untuk school bus 160KD (jarak dekat) - 200KD (jarak jauh) per tahun.

Beli Buku
Lagi iseng-iseng hari sabtu pagi nggak ada acara, kita sarapan di Marina Mall sekalian jalan-jalan dan beliin buku buat anak-anak. Foto di samping Nida dan Dani bergaya sambil bawa bukunya masing-masing :).

Entertainment City
Kuwait juga punya Dufan - namanya Entertainment City, letaknya jauh di pinggiran kota menempati area yang cukup luas dengan wahana yang lumayan. Kita ke sana bareng anak-anak Creative Departement Alwatan TV - tengah hari bolong yang menyengat, alhasil semua kepanasan... hehehe. Di sana pun kosong melompong hanya segelintir pengunjung saja yang ada.

Dani Sakit
Bulan Maret lalu karena pengaruh perubahan cuaca dari winter ke summer Dani sakit, badannya panas, muntah-muntah dan ngak mau makan. Saya bawa dia ke Mubarak Al-Kabeer Hospital di daerah Jabriya, setelah menunjukan Civil ID kita dapet nomer antrian, lantas sebelum masuk ke ruang dokter Dani di periksa dulu suhunya melalui dubur oleh seorang suster India, setelah di periksa oleh dokter ternyata Dani ngak apa-apa cuma virus katanya. Selanjutnya saya diberi resep untuk diambil di apotik, sebelum ambil obat saya harus beli stempel dulu buat ditempel di resepnya, kotak mesin stempel berada di depan di samping loket pendaftaran, cukup masukkan uang 2KD stempel langsung keluar - langsung saya menuju loket pengambilan obat, dan pulang. Salah satu obat yang diberikan adalah obat turun panas yang dimasukkan ke dalam anus, agak repot juga masukkinnya hehehe. Beberapa hari kemudian Dani sudah ceria lagi Alhamdulillah.

Burung Dara
Di seberang tempat saya transfer uang ke Indonesia di daerah Malia - City ada sebidang trotoar yang cukup luas dan banyak burung dara bergerombol di situ, Nida dan Dani seneng banget liatnya mereka ngejar-ngejar burung... serasa di eropa kita hehehehe.

Survey Sekolah Nida
Sekolah Special Needs di Kuwait ternyata tidak semudah dugaan saya, karena tidak banyak yang masih mau menerima anak Down Syndrome dan kebanyakan sekolah non-pemerintah alias swasta yang tentunya dengan biaya yang cukup besar. Berikut sekolah-sekolah yang sempat kami survey dengan datang langsung ke lokasi ataupun melalui email:
Kuwait Down Syndrome Center (datang langsung)
Bertempat di daerah Aidiliya/Faiha, sekolah ini milik pemerintah dan hanya Kuwaiti saja yang dapat sekolah di sini.
Conductive Education School (datang langsung)
Lokasinya di Jordan Street Blok 1, Farwaniya. Ketika kami datang ke sana kami diterima oleh resepsionis wanita arab yang kurang ramah hingga kita tidak bisa dapat informasi yang banyak, dia hanya memberikan brosur pada kami. Biayanya 6400KD untuk 5 tahun pembayaran bertahap selama 4 tahun dengan perincian tahun pertama 1900KD lalu tahun kedua sampai ke lima 1500KD pertahun-nya. Kurikulum yang dipakai British Curriculum.
Hope School for Special Needs (datang langsung)
Bertempat di Dasman dekat daerah City. Ini sekolah yang menurut kami sangat baik untuk Nida karena memiliki fasilitas yang baik, seperti kolam renang in-door, lapangan yang memiliki atap yang bisa dibuka dan ditutup, cafetaria dll. Sayang biaya yang harus dikeluarkan sangat besar yaitu 3500KD per tahun ini sudah discount, kami bisa dapat discount karena sekolah ini dari Amerika dengan menggunakan American Curriculum jadi untuk ekspat justru diberi keringanan biaya, untuk Kuwaiti mereka mematok 5000KD per tahunnya. Gileee....
Kuwait English School (lewat email)
Sekolah ini terletak di daerah Salwa dan memiliki departemen untuk anak Special Needs namanya The Green Unit, sayang mereka sudah tidak menerima untuk Down Syndrome lagi. www.kes.edu.kw
Kuwait National English School (lewat email)
Berlokasi di daerah Hawally sekolah ini pun sudah tidak menerima anak Down Syndrome lagi.
Kami juga sempat mendatangi beberapa nursery for Special Needs dan tentu saja Nida tidak bisa masuk di sana karena hanya untuk anak di bawah 5 tahun.

Transfer Uang di City
Weekend di awal maret saya ajak keluarga ke daerah City - tempat saya biasa transfer uang ke Indonesia, di tempat ini buaanyak sekali orang India, Bangladesh dan sebangsanya - juga orang Filipina. Sehabis transfer ke Indonesia untuk pembayaran tagihan-tagihan yang masih ada di tanah air, saya ajak bunda ke toko Ambassador di sana kita beli tahu, tempe, baso ikan dan sambel pecel, lumayan buat obat rindu sama makanan Indonesia. Gambar di atas Nida dan Dani lagi istirahat di taman daerah City sehabis dari toko Ambassador.

Dani hilang!!!
Kejadian yang cukup menegangkan ini terjadi di Lulu Hypermarket... DANI TERPISAH DAN HILANG!!!... waktu itu kita lagi belanja mingguan, saya dan bunda sepakat untuk berpencar - saya bersama Nida mencari susu dan barang-barang lainnya bunda bersama Dani belanja sayuran dan bumbu-bumbuan. Setelah saya mendapatkan barang-barang untuk dibeli saya dan Nida menuju mencari bunda dan Dani di bagian sayur mayur, tiba-tiba saya dikejutkan oleh bunda yang berlari panik sambil berkaca-kaca... "Ayah gege ilang...gege ilang..." selama beberapa detik saya cuma bisa bengong mencoba mencerna apa yang terjadi dan ketika saya sadar rasa panik dan kalut sudah sampai di ubun-ubun, "Hah? gimana kok bisa ilang bun...?", "Iya tadi bunda lagi ambil roti dan gege masih berdiri di samping, cuma berapa detik kemudian dia udah ilaaang" jawab bunda sambil gemeteran... dengan paniknya kita puterin Lulu Hypermarket, dan setelah kurang lebih 10 menitan terdengar pengumuman melalui speaker besar yang kurang lebih begini "... we have a little girl with orange jacket got separated from her parent - here in the information desk..." kalimat selebihnya saya sudah tidak dengar lagi karena saya langsung lari menuju information desk di depan, dan di sana sudah duduk Dani putri bungsu saya sambil menangis duduk di meja bersama petugas wanita orang filipina, langsung saya peluk Dani dengan perasaan senang dan lega, saya bilang beribu-ribu terima kasih pada si petugas yang rupanya sudah terbiasa mengurus anak yang hilang di Lulu karena tak lama kemudian dan lagi seorang anak arab di gendong oleh satpam yang rupanya terpisah juga dari orang tuanya.

Setelah semua tenang, belanjaan sudah dibayar - kami ke luar dan duduk di luar sambil menunggu taksi. Saya tanya Dani "Gege tadi kemana? kok pergi sendiri nggak sama bunda? dia cuma bengong, saya tanya lagi "Gege ketemu temen ya? gege ikutin temen ya?" dia cuma ngangguk. Kita semua maklum karena Dani seneng kalu ketemu anak sebaya (apalagi kalau cowok) jadi mungkin dia tadi di dalam ketemu anak sebaya dia yang mungkin ngajak Dani main. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa

We're Back!!!
Setelah  cukup lama 'Kuwait Adventure' terbengkalai akhirnya saya sempatkan update lagi, selama beberapa bulan kemarin saya dan keluarga larut dalam banyak urusan dari mulai anak-anak sakit, cari sekolah buat Dani, cari guru private buat Nida, cari apartement baru dll... alhamdulillah sekarang sudah mulai beres satu-persatu dan sekarang saatnya untuk merangkum apa saja yang sudah terjadi pada keluarga saya selama kurang lebih 4 bulan belakangan ini di Kuwait.

Aloo Abar
Beginilah Kakak Nida bila lihat sajadah atau lihat ayah/bundanya sholat, dia pasti  langsung minta dipakein mukenah dan langsung sujud sambil bilang aloo abar (Allahu Akbar) lalu setelahnya duduk sambil mulutnya komat-kamit seperti lagi berdoa.

Pek Mel...
Setiap kali saya dan bundanya sedang di depan komputer pasti Dani selalu ingin ikutan, ... dede mo pek mel (cek email) dulu yaaa ... begitu dia bilang, dan tangannya langsung di atas keyboard dan trackpad macbook saya.